Materi al-Qur'an - Hadist


A.    SURAH AL-HUMAZAH
1.         Membaca surah al-Humazah
        
2.         Menerjemah/ Mengartikan Surah al-Humazah
Berikut ini terjemah surah al-Humazah ayat 1-9 :
1)        Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela
2)        Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya
3)        Dia mengira bahwa harta itu dapat mengekalkannya
4)        Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
5)        Dan tahukah kamu apa (Neraka) hutamah itu?
6)        (Yaitu) apa (adzab) Allah yang dinyalakan
7)        Yang (membakar) sampai ke hati
8)        Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas (diri) mereka
9)        (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

3.         Memahami Surah al-Humazah
Nama al-Humazah diambil dari kata “Humazah” yang terdapat pada ayat pertama artinya pengumpat, merupakan surah ke 104 dan terdiri dari 9 ayat , termasuk surah Makiyah, karena diturunkan di kota Makkah, terletak setelah surah al-Asr dan sebelum al-Fiil. Dinamakan dengan surah al-Humazah, yaitu ancaman Allah terhadap orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat, suka mengumpulkan dan menghitung-hitung harta tetapi tidak mau menafkahkan di jalan Allah. Mereka beranggapan bahwa harta itu mampu mengekalkan hidupnya didunia, mereka akan masuk ke neraka Hutamah yang membakar mereka.

4.         Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati, menanyakan, mencoba, mengasosiasikan dan
mengkomunikasikan pembelajaran, siswa dapat membaca surah al-Humazah dengan benar dan fasih serta mampu menghafalnya. Selain itu, dengan memahami surah al-Humazah diharapkan siswa dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

5.         Rumusan Indikator Pembelajaran
Ada 2 rumusan indikator pada materi surah al-Humazah, yaitu:
1)        Membaca surah al­Humazah dengan benar dan fasih
2)        Menghafal surah al­Humazah

6.      Metode Pembelajaran.
Metode hafalan cocok digunakan pada materi surah al-Humazah. Metode hafalan adalah suatu cara belajar dengan menggunakan daya ingatan yang tajam untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan

B.     SURAH AT-TAKATSUR
1.         Membaca Surah at-Takatsur
Dalam rangka kalian agar mampu membaca dengan fasih dan tartil, mari kita membaca ayat per-ayat dari setiap siswa dan yang lain mendengarkan.

2.         Menerjemah/ Mengartikan Surah at-Takatsur
Berikut ini terjemah surah at-Takatsur ayat 1-8 :
1)        Bermegah-megahan telah melalaikanmu
2)        Sampai kamu masuk ke dalam kubur
3)        Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)
4)        Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
5)        Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin
6)        Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahiim
7)        Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin
8)        Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia).

3.         Memahami Surah at-Takatsur
At-Takatsur artinya bermegah-megahan diambil dari ayat pertama. Yaitu manusia telah lalai, lengah, dan berpaling dari tujuan hidup sejati, tidak lagi memperhatikan kesucian jiwa, kecerdasan akal, tidak pula memperhatikan bahwa kehidupan akan menemui kematian. Manuasia telah diperdaya oleh kemegahan harta benda, hingga membangga dirinya di hadapan manusia lain.
Surah at-Takatsur merupakan surah yang ke-102, terletak setelah surat alQari’ah dan sebelum surah al-Asr dan terdiri 8 ayat. Tergolong surah Makiyah karena diturunkan di kota Makkah. At-Takatsur artinya bermegah-megahan, dan dinamakan at-Takatsur karena sifat bermegah-megahan yang mengakibatkan kesombongan dan lupa diri disertai lalai. Isi kandunagn surah at-Takatsur antara lain :
a)        Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya.
b)        Manusia akan di tanya di akhirat nanti tentang nikmat yang dibanggabanggakannya itu.

4.         Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati, menanyakan, mencoba, mengasosiasikan dan
mengkomunikasikan pembelajaran, siswa dapat membaca surah at-Takasur dengan benar dan fasih serta mampu menghafalnya.

5.         Rumusan Indikator Pembelajaran
1)        Membaca surah at­Takatsur
2)        Mengartikan surahat­Takatsur
3)        Menjelaskan isi kandungan surah at­Takatsur
4)        Menulis surah at­Takatsur
5)        Mengembang perilaku jujur, displin, tanggung jawab, santun, peduli, cinta tanah air, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.

6.         Metode Pembelajaran
Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran surah at-Takasur ialah metode kisah. Dengan metode ini, dapat membuka kesan mendalam pada jiwa seseorang (anak didik), sehingga dapat mengubah hati nuraninya dan berupaya melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi dari perbuatan buruk sebagai dampak dari kisah-kisah itu.
Kisah yang dapat disampaikan ialah kisah dua kabilah yang saling membanggakan diri. Kabilah tersebut berasal dari golongan Anshor, yaitu bani Haritsah dan bani Harits. Kisah tersebut juga merupakan asbabul nuzul turunnya surah at-Takasur.

C.    SURAH AZ-ZALZALAH
1.         Membaca Surah az-Zalzalah
2.         Menerjemahkan/Mengartikan Surah az-Zalzalah
Terjemahan surah az-Zalzalah
1)        Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat
2)        Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya
3)        Dan manusia bertanya ”apa yang terjadi pada bumi itu?”.
4)        Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya
5)        Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya
6)        Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompokkelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua amal perbuatannya.
7)        Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat Zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
8)        Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

3.         Memahami Surah az-Zalzalah
Surah az-Zalzalah adalah surah yang ke-99, terdiri dari 8 ayat. Terletak setelah surah al-Bayyinah dan sebelum surah al-Adiyat. Diturunkan di kota Madinah dam termasuk golongan surah Madaniyah. Az-Zalzalah artinya goncangan.
Hari kiamat adalah hari kehancuran seluruh dunia, yang ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Isrofil. Pada hari itu air laut meluap, gununggunung meletus dan mengeluarkan lahar yang sangat panas, bumi berguncang karena gempa yang dahsyat, planet-planet bertabrakan, dan manusia berterbangan seperti kapas yang ditiup angin. 
Mengerikan bukan?, itulah hari akhir. Setelah itu manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar untuk dihitung oleh Allah swt. amal perbuatannya. Perhitungan Allah swt. sangat adil, sehingga orang yang melakukan kebaikan sedikit saja akan mendapat balasannya. Sebaliknya orang yang melakukan kejahatan sedikit saja akan mendapat siksanya. Oleh karena itu mari kita melakukan kebaikan agar kita bisa selamat di Dunia dan Akhirat

4.         Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati, menanyakan, mencoba, mengasosiasikan dan
mengkomunikasikan pembelajaran, siswa dapat membaca surah al-Zalzalah dengan benar dan fasih serta mampu menghafalnya.

5.         Rumusan Indikator Pembelajaran
1)        Membaca surah az­Zalzalahdengan benar dan fasih
2)        Menghafalsurah az­Zalzalah
3)        Menjelaskan isi kandungan surah az­Zalzalah
4)        Menulissurah az­Zalzalah
5)        Mengembang perilaku jujur, displin, tanggung jawab, santun, peduli, cinta tanah air, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.

6.         Metode Pembelajaran
Berdasarkan indikator yang telah dirumuskan, metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran materi surah az-Zalzalah ialah metode hikmah dan mau’izhah hasanah. Hikmah mengandung pengertian perkataan tegas dan benar antara hak dan yang batil. Penggunaan metode hikmah adalah upaya menuntut orang lain menggunakan akalnya untuk mendapatkan kebenaran dan kebaikan, namun untuk itu diperlukan penjelasan yang rasional, keterangan yang tegas dan apa yang dikemukakan dengan dasar atau alasan yang benar beserta bukti yang nyata. Sedangkan al-mau’izah al-hasanah adalah mengingatkan dengan cara yang baik


Comments